Patung Jenderal Sudirman Dipindahkan untuk Dukuh Atas TOD, Konsep “Cincin Donat”
mansilladelasmulas.com – Patung Jenderal Sudirman Dipindahkan Meski fasilitas transportasinya lengkap, konektivitas antar moda masih belum optimal dan membutuhkan integrasi lebih baik untuk kenyamanan pengguna.
“Baca juga: Operasi Polda Jateng Di Kampung Bandit Sukolilo Pati“ [2]
Konsep Integrasi Pejalan Kaki “Cincin Donat” Patung Jenderal Sudirman Dipindahkan
Jembatan ini dirancang untuk mengutamakan pejalan kaki, bukan kendaraan bermotor, sehingga mempermudah perpindahan antar moda secara efisien.
“Kita sebut Cincin Donat karena jembatan ini akan membentuk koneksi melingkar yang menghubungkan satu moda ke moda lainnya. Fokusnya bukan pada kendaraan bermotor, melainkan pada pejalan kaki,” kata Farchad dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Tujuan Pengembangan dan Manfaat bagi Publik
Pemerintah berharap pemindahan Patung Jenderal Sudirman dan implementasi Cincin Donat dapat meningkatkan integrasi transportasi dan kenyamanan masyarakat. Kawasan Dukuh Atas nantinya akan menjadi contoh TOD yang memprioritaskan mobilitas pejalan kaki dan efisiensi transit publik.
Selain itu, konsep ini diharapkan mengurangi kemacetan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin dengan meminimalkan kebutuhan kendaraan pribadi. Dengan integrasi ini, warga dan wisatawan dapat berpindah moda transportasi dengan cepat, aman, dan nyaman, sekaligus menjaga nilai historis Patung Jenderal Sudirman tetap terjaga di lokasi strategis yang baru.
Jembatan Pejalan Kaki “Cincin Donat” Jadi Tulang Punggung Konektivitas Dukuh Atas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan tengah mengembangkan jembatan penghubung pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas. Infrastruktur ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas TOD, memungkinkan masyarakat berpindah moda transportasi dengan cepat, mudah, dan aman tanpa harus keluar ke jalan raya.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menjelaskan proyek ini fokus pada kebutuhan pejalan kaki, bukan kendaraan bermotor. “Jadi ini yang ingin kita koneksikan dengan sebuah jembatan yang fokus pada jembatan orang, bukan mobil. Kita harapkan jembatan ini dapat melayani dari satu titik ke titik lain yang ada di kawasan Dukuh Atas,” ujar Farchad dalam konferensi pers, Rabu (8/10/2025).
Selain memperkuat konektivitas antar moda, proyek ini juga bertujuan menjadikan Dukuh Atas sebagai kawasan TOD percontohan nasional. Jembatan ini dirancang modern, ramah pejalan kaki, dan sekaligus memperindah wajah kota dengan arsitektur yang fungsional dan estetik.
Implementasi Cincin Donat memungkinkan integrasi antara MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, TransJakarta, dan kereta bandara secara efisien. Pengguna transportasi dapat berpindah moda tanpa menuruni jalan raya atau menunggu di titik transportasi yang berbeda, sehingga mempercepat perjalanan dan meningkatkan kenyamanan publik.
Pemerintah menekankan bahwa proyek ini menjadi langkah strategis untuk mendorong mobilitas urban yang berkelanjutan. Dengan konektivitas yang lebih baik, Dukuh Atas diharapkan menjadi model TOD yang bisa diterapkan di kawasan lain, sekaligus mendukung konsep kota modern yang aman, nyaman, dan ramah pejalan kaki.
“Simak juga: Mengupas Mitos dan Fakta Seputar Konsumsi Daging Kambing dan Hipertensi“ [4]




Leave a Reply