Kurir Narkoba Ajak Istri Saat Ambil 207.529 Ekstasi di Lampung
mansilladelasmulas.com – Raffi, kurir narkoba asal Tangerang, mengalami kecelakaan saat membawa 207.529 butir ekstasi di Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Lampung. Peristiwa itu mengungkap fakta baru bahwa Raffi mengajak istrinya, RR, saat mengambil paket narkoba tersebut. Kasus ini menambah daftar temuan besar peredaran narkoba di jalur darat Sumatera yang kerap digunakan jaringan antardaerah.
Kronologi Perjalanan Raffi dari Tangerang ke Palembang
Wadir Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Sunario, menjelaskan bahwa Raffi berangkat dari Tangerang menuju Palembang untuk mengambil narkoba pesanan jaringan. Ia tidak bergerak sendirian karena mengajak istrinya dan menginap di sebuah hotel saat tiba di Palembang. Raffi bertindak berdasarkan instruksi seseorang berinisial U yang masih buron. Setibanya di kota tujuan, ia menerima petunjuk lanjutan dari pemilik barang. Sunario menuturkan bahwa seorang pengantar kemudian datang ke hotel saat Raffi dan istrinya sedang makan siang.
Peran Jaringan dan Arah Penyelidikan Polisi
Penyidik menduga Raffi hanya berperan sebagai kurir dalam jaringan dengan struktur terorganisir. Modus perjalanan darat dinilai menjadi pola favorit pelaku narkoba untuk menghindari pengawasan bandara. Jumlah barang bukti yang mencapai lebih dari dua ratus ribu butir menunjukkan skala distribusi yang sangat besar. Polisi kini memburu U dan mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri rantai suplai hingga wilayah penerima. Penegakan hukum diharapkan dapat memutus jalur distribusi Sumatera–Jawa yang selama ini menjadi rute rawan peredaran narkoba.
Kronologi Lengkap Aksi Kurir Narkoba Raffi hingga Kecelakaan di Tol Lampung
Raffi, kurir narkoba yang membawa 207.529 butir ekstasi, mengalami kecelakaan setelah memindahkan paket haram itu dari mobil Daihatsu Terios ke Nissan X-Trail. Ia melakukan perpindahan barang di Palembang, dan sang istri sempat menanyakan isi paket tersebut. Raffi menjawab bahwa barang itu hanya titipan temannya. Istrinya bahkan meminta diantar ke Bandara Palembang untuk terbang ke Medan sebelum Raffi kembali ke hotel untuk bersiap menuju Jakarta dengan ekstasi tersebut.
Menurut Wadir Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Sunario, Raffi sempat mengisap sabu sebelum melakukan perjalanan darat ke Jakarta. Kebiasaan ini diduga memengaruhi kondisi fisiknya selama berkendara. Dalam perjalanan pada Kamis, 20 November 2025, mobil Raffi kehabisan bahan bakar sehingga ia meminta bantuan petugas tol untuk mengisi bensin. Kejadian itu menunda pergerakan kurir dan memperbesar risiko penangkapan karena perhatian publik meningkat di jalur tol utama.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.40 pagi saat Raffi diduga sangat kelelahan. Mobil yang dikendarainya hilang kendali hingga ia terjepit di dalam kendaraan. “Awalnya tersangka menggunakan sabu, dan kemungkinan sudah sangat kelelahan karena kecelakaan terjadi pukul 5 subuh,” ujar Sunario. Peristiwa ini memperlihatkan risiko tinggi dalam aktivitas kurir narkoba yang kerap memaksakan perjalanan panjang untuk mengejar waktu distribusi. Polisi kini menelusuri jaringan pemasok yang memerintahkan aksi tersebut dan menilai bahwa penggunaan jalur darat masih menjadi metode dominan bagi sindikat peredaran narkoba berskala besar.




Leave a Reply