mansilladelasmulas.com – Harga Nintendo Switch 2 berpotensi naik pada 2026 karena lonjakan harga memori global, bukan karena penurunan minat konsumen. Konsol ini tetap laris, terjual lebih dari 17 juta unit sejak peluncuran 2025, melampaui pencapaian generasi pertama. Namun, biaya produksi semakin tertekan akibat DRAM dan jenis memori lain yang langka dan mahal.
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, mengatakan kepada para pemegang saham bahwa saat ini belum ada rencana resmi menaikkan harga, tetapi kemungkinan penyesuaian tetap terbuka jika biaya komponen terus meningkat. Switch 2 awalnya dijual dengan harga 449,99 dolar AS, atau sekitar Rp7,5 juta.
“Biaya memori meningkat drastis karena permintaan dari sektor AI. Ini bisa memengaruhi harga akhir konsol elektronik konsumen,” ujar Furukawa sebagaimana dilaporkan Gizmochina, Selasa (17/2).
Lonjakan Permintaan DRAM Didorong oleh Infrastruktur AI
Lonjakan harga DRAM terjadi karena investasi besar-besaran perusahaan teknologi untuk pusat data AI. Perusahaan seperti Meta, Microsoft, Alphabet Inc., dan Amazon membangun server AI yang membutuhkan memori sangat besar. Satu rak server AI bisa menyerap RAM setara ribuan smartphone. Kondisi ini menekan pasokan memori untuk konsol gim seperti Switch 2.
Bloomberg melaporkan bahwa salah satu jenis DRAM bahkan naik hingga 75 persen hanya dalam sebulan. Produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini lebih fokus pada produksi high-bandwidth memory (HBM) untuk chip AI, sehingga pasokan DRAM untuk konsumen umum semakin terbatas.
Akibatnya, tekanan biaya memori bisa memicu penyesuaian harga konsol dan perangkat elektronik lain. Sony disebut mempertimbangkan menunda peluncuran PlayStation 6 hingga 2028 atau 2029, sementara Microsoft sudah menaikkan harga Xbox, dan Sony juga menyesuaikan harga PlayStation 5 tahun lalu. Apple dan Tesla juga memperingatkan investor terkait tekanan margin karena kelangkaan memori.
Baca juga: “Spesifikasi Lengkap Oppo Pad 5 Matte Display Edition”
Dampak Global dan Strategi Konsumen
Tren ini menunjukkan bahwa industri AI global tidak hanya memengaruhi sektor teknologi, tetapi juga pasar elektronik konsumen. Jika lonjakan permintaan memori terus berlanjut, harga perangkat elektronik lainnya kemungkinan besar ikut meningkat.
Bagi konsumen yang berencana membeli Nintendo Switch 2, saat ini bisa menjadi momen strategis untuk membeli sebelum harga terdampak tekanan biaya memori. Selain itu, pasar second-hand dan promo bundling mungkin menjadi alternatif hemat untuk mendapatkan konsol dengan harga stabil.
AI Dorong Tekanan Biaya dan Harga Konsol
Nintendo Switch 2 tetap diminati, tetapi tekanan global dari industri AI membuat harga memori naik. Perusahaan harus mempertimbangkan strategi harga untuk menjaga margin dan daya saing. Kondisi ini menekankan pentingnya konsumen bijak membeli perangkat elektronik sebelum tren global memengaruhi harga.
Lonjakan permintaan memori akibat AI menunjukkan bahwa teknologi baru tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga berdampak langsung pada harga produk elektronik konsumen. Bagi penggemar gim, memahami konteks ini membantu merencanakan pembelian secara lebih cerdas.
Jika tren AI terus meningkat, konsol generasi berikutnya kemungkinan juga akan menghadapi tantangan serupa, baik dari sisi pasokan maupun harga. Jadi, bagi calon pembeli Switch 2, bertindak lebih awal bisa menghindarkan mereka dari efek domino kenaikan harga global.
Baca juga: “Sinyal Kuat: “No Rest for the Wicked” Menuju Konsol Generasi Baru Nintendo”




Leave a Reply