mansilladelasmulas.com – Thomas Djiwandono resmi mendapat persetujuan DPR RI sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Persetujuan ini diberikan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Selasa di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Usai rapat, Thomas menyampaikan apresiasi kepada DPR RI, khususnya pimpinan dan anggota Komisi XI, atas proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang ia jalani.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada DPR, khususnya pimpinan dan anggota Komisi XI, yang telah menjalankan proses fit and proper test dengan baik,” ujarnya.
Thomas menegaskan persetujuan DPR bukan sekadar pengakuan jabatan, melainkan membawa tanggung jawab besar untuk menjalankan mandat bank sentral secara profesional. Prinsip utama yang ia tekankan adalah menjaga independensi Bank Indonesia dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
“Seperti yang saya sampaikan dalam proses fit and proper test, komitmen saya adalah menjaga independensi bank sentral,” tegas Thomas.
Baca juga: “Hilirisasi Ayam Dorong Produktivitas Peternak dan Daerah”
Menjaga Mandat BI dan Menguatkan Sinergi Kebijakan Fiskal-Moner
Selain independensi, Thomas menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai pelarasan kedua kebijakan harus dilakukan untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian.
“Dan (komitmen lainnya) juga melaraskan kebijakan fiskal dan moneter,” tambahnya.
Ia menekankan pendekatan ini berbeda dengan skema burden sharing yang diterapkan saat pandemi COVID-19. Saat ini, menurut Thomas, ekonomi nasional membutuhkan transmisi kebijakan moneter yang efektif dan terukur agar dampaknya terasa nyata.
Thomas juga menyinggung pentingnya koordinasi pada level likuiditas dan suku bunga, agar intervensi kebijakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Agenda Ke Depan dan Pelaksanaan Jabatan
Terkait masa jabatan dan agenda ke depan, Thomas menegaskan akan mengikuti seluruh ketentuan resmi sesuai peraturan perundang-undangan. Ia dijadwalkan dilantik setelah persetujuan DPR RI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
“Semua agenda ke depan berdasarkan surat keputusan yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas akan memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas dan stabilitas moneter, sekaligus memastikan Bank Indonesia tetap independen dari tekanan politik maupun fiskal.
Konteks dan Dampak bagi Ekonomi Nasional
Pengangkatan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI terjadi di tengah kondisi perekonomian global yang penuh tantangan, termasuk volatilitas pasar, inflasi, dan dinamika suku bunga global. Independensi bank sentral menjadi kunci untuk memastikan kebijakan moneter tetap kredibel dan efektif dalam menghadapi tantangan tersebut.
Dengan pengalaman Thomas di sektor keuangan dan kebijakan publik, para analis menilai komitmen menjaga independensi BI sekaligus memperkuat koordinasi fiskal-moneter akan memberi dampak positif bagi stabilitas ekonomi nasional jangka menengah.
Thomas Djiwandono kini akan fokus pada implementasi kebijakan moneter yang hati-hati, pengawasan pasar keuangan, dan penguatan koordinasi dengan pemerintah, memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan risiko inflasi terkendali.
Baca juga: “Harapan Bos BCA ke Thomas Djiwandono Usai Jadi Deputi Gubernur BI”




Leave a Reply