mansilladelasmulas.com – Arsenal menelan kekalahan tipis 2-3 dari Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026.
Pertandingan berlangsung di Stadion Emirates, London, Minggu (25/1).
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan kekecewaannya atas kesalahan yang dibuat pemainnya.
Menurut Arteta, kesalahan di lini belakang memberi MU momentum besar.
“Kesalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi itu sangat tidak mencerminkan kami,” ujar Arteta.
Ia menambahkan bahwa kesalahan tersebut mengubah energi pertandingan hingga turun minum.
Arsenal sempat unggul lebih dahulu pada menit ke-29.
Gol tercipta melalui bunuh diri bek MU, Lisandro Martinez.
Tim asuhan Arteta terus menekan pertahanan MU sepanjang babak pertama.
Namun satu kesalahan fatal lini belakang membuat MU menyamakan kedudukan.
Gelandang Arsenal, Martin Zubimendi, salah melepaskan umpan.
Penyerang MU, Bryan Mbeumo, berhasil mengontrol bola dan mencetak gol penyama.
Gol itu terjadi pada menit ke-37, sebelum turun minum.
Baca juga: “Inter Milan Pimpin Klasemen, Milan Bertahan di Urutan Kedua”
Arteta menilai momen ini menjadi titik balik pertandingan.
“Sejak momen itu hingga turun minum, kami kesulitan menjaga penguasaan bola di area yang tepat setelah merebutnya kembali,” jelasnya.
Pada babak kedua, permainan Arsenal lebih terbuka karena hilangnya dominasi.
MU memanfaatkan peluang melalui kualitas individu pemainnya.
Patrick Dorgu mencetak gol pada menit ke-50, membawa MU unggul 2-1.
Arteta merespons dengan melakukan pergantian pemain.
Ben White, Viktor Gyokeres, Mikel Merino, Eberechi Eze, dan Noni Madueke masuk untuk mengejar gol.
Upaya Arsenal membuahkan hasil pada menit ke-84 melalui tendangan Mikel Merino dari jarak dekat.
Gol tersebut sempat memberi harapan untuk membalikkan keadaan.
Namun, Matheus Cunha mencetak gol pada menit ke-87.
Gol ini menghilangkan momentum positif yang sedang dibangun Arsenal.
“Gol itu membuat kami kehilangan seluruh energi yang dibangun,” kata Arteta.
Pelatih asal Spanyol ini mengaku mengambil tanggung jawab penuh atas hasil negatif tersebut.
Meski kalah, Arsenal tetap berada di puncak klasemen Liga Inggris 2025/2026.
Mereka mengumpulkan 50 poin dari 23 pertandingan.
Namun, jarak dengan Manchester City di posisi kedua kini hanya empat poin.
MU naik ke peringkat empat klasemen dengan 38 poin dari 23 pertandingan.
Kemenangan ini memberi Manchester United kepercayaan diri jelang laga-laga selanjutnya.
Sementara Arsenal harus segera memperbaiki konsistensi untuk menjaga peluang juara.
Arteta menekankan pentingnya disiplin lini belakang dan fokus setiap menit pertandingan.
Ia menilai Arsenal mampu bereaksi dengan baik setelah tertinggal di babak kedua.
“Meski kalah, reaksi tim pada babak kedua menunjukkan karakter dan semangat juang,” kata Arteta.
Kesalahan individual tetap menjadi fokus evaluasi tim.
Arteta berharap pemain belajar dari momen ini agar tidak terulang.
Faktor fisik, konsentrasi, dan penguasaan bola menjadi kunci perbaikan.
Arsenal akan menghadapi laga-laga berat dalam beberapa pekan ke depan.
Pertandingan melawan rival-rival Liga Inggris akan menentukan jarak poin di puncak klasemen.
Arteta kemungkinan akan terus memutar skema dan strategi untuk memperbaiki lini pertahanan.
Sementara itu, performa individu pemain kunci seperti Bukayo Saka, Martin Zubimendi, dan Mikel Merino akan menjadi penentu.
Konsistensi lini depan dan penguatan pertahanan menjadi fokus utama tim.
Arsenal tetap di jalur persaingan gelar, namun harus mengatasi kelemahan yang terlihat melawan MU.
Dengan evaluasi cepat dan strategi matang, Arteta berharap Arsenal bisa bangkit menghadapi laga-laga berikutnya.
Momentum dan fokus penuh menjadi kunci mempertahankan posisi puncak Liga Inggris hingga akhir musim.
Baca juga: “Deja Vu Michael Carrick saat Man United Pecundangi Arsenal”




Leave a Reply