Militer Venezuela Siapkan Strategi Gerilya Hadapi Ancaman AS
mansilladelasmulas.com – Militer Venezuela tengah mengerahkan tentara dan persenjataan sebagai langkah antisipasi jika terjadi serangan udara atau darat oleh Amerika Serikat (AS).
“Baca juga: SIM Indonesia Berlaku Internasional Mulai 2025?“ [2]
Ketegangan Meningkat Setelah Pernyataan Presiden AS
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menuduh Trump berusaha menggulingkannya dan menegaskan bahwa warga serta militer Venezuela akan melawan setiap upaya tersebut. Pernyataan ini meningkatkan ketegangan diplomatik dan militer di kawasan, memicu sorotan internasional terhadap kesiapan kedua negara.
Kelemahan Militer Venezuela dan Tantangan Logistik
Beberapa komandan unit bahkan harus bernegosiasi dengan produsen makanan lokal untuk memenuhi kebutuhan pasukan karena pasokan dari pemerintah tidak mencukupi. Meski demikian, strategi gerilya dan kekacauan menjadi upaya Venezuela untuk memanfaatkan keunggulan geografis dan mobilitas pasukan guna mengimbangi superioritas militer AS. Insiden ini menekankan perlunya pemantauan ketat terhadap dinamika militer dan politik di Amerika Selatan.
Venezuela Siapkan Strategi Gerilya dan Kekacauan untuk Hadapi Serangan Asing
Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menyiapkan dua strategi utama menghadapi potensi serangan militer Amerika Serikat. Strategi pertama, pertahanan gaya gerilya atau “perlawanan berkepanjangan”, akan melibatkan unit-unit militer kecil di lebih dari 280 lokasi untuk melakukan sabotase dan taktik gerilya lainnya, menurut siaran televisi pemerintah. Langkah ini bertujuan memanfaatkan mobilitas dan pengetahuan medan lokal untuk memperlambat kemajuan pasukan asing.
Strategi kedua, disebut anarkisasi, akan mengerahkan layanan intelijen dan pendukung partai berkuasa yang bersenjata untuk menciptakan kekacauan di jalan-jalan ibu kota Caracas. Tujuannya agar pasukan asing tidak dapat menjalankan operasi atau menguasai pemerintahan secara efektif. Kedua pendekatan ini menegaskan fokus pemerintah Venezuela pada perang asimetris dan taktik non-konvensional.
Meskipun pemerintah menekankan kesiapan, sumber-sumber yang dekat dengan militer mengakui bahwa peluang keberhasilan strategi ini tetap tipis. Situasi ini menunjukkan bahwa Venezuela lebih mengandalkan taktik asimetris dan kekacauan terkontrol untuk mempertahankan kedaulatan, sambil menghadapi keunggulan militer AS. Analisis pengamat internasional menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Amerika Selatan.
“Simak juga: Kritik Terbuka Alex Marwata, Penurunan Kepercayaan Pada KPK“ [4]




Leave a Reply