Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK, Kekayaan Capai Rp6,3 Miliar
mansilladelasmulas.com – Terjaring OTT KPK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat, 7 November 2025. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. OTT ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan wewenang di pemerintahan daerah.
Menurut data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sugiri terakhir melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2025, awal masa jabatan periode keduanya sebagai bupati. Total harta yang dilaporkan mencapai Rp6.358.428.124, terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, dan harta bergerak lainnya.
”Simak juga: Tips Mudah untuk Melindungi Mata Anda dari Bahaya Polusi Udara“
Rincian Harta Kekayaan Sugiri Sancoko
Harta kekayaan Sugiri tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Properti miliknya meliputi:
- Tanah & bangunan di Surabaya seluas 165 m²/70 m² senilai Rp1,8 miliar, hasil sendiri.
- Tanah & bangunan di Boyolali 130 m²/55 m² senilai Rp600 juta, hasil sendiri.
- Tanah & bangunan di Sidoarjo 105 m²/45 m² senilai Rp450 juta, hasil sendiri.
- Tanah & bangunan di Pasuruan 120 m²/70 m² senilai Rp900 juta, hasil sendiri.
- Tanah warisan di Ponorogo total lebih dari 7.400 m² senilai Rp1,505 miliar.
Selain properti, Sugiri juga memiliki kendaraan senilai Rp153 juta, termasuk mobil Toyota Alphard 2006 seharga Rp125 juta dan motor Vespa Primavera 2018 seharga Rp28 juta.
OTT KPK dan Dampaknya pada Pemerintahan Ponorogo
OTT ini menjadi sorotan publik karena menyangkut pejabat tinggi daerah dengan harta signifikan. Kasus ini menekankan perlunya transparansi dan pengawasan terhadap pejabat publik.
Pihak KPK masih menyelidiki dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Sugiri, termasuk potensi konflik kepentingan terkait aset yang dimiliki. Langkah ini juga menjadi peringatan bagi pejabat daerah lain untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Publik menunggu hasil investigasi KPK, yang dapat memengaruhi stabilitas pemerintahan daerah dan citra politik Sugiri Sancoko di Ponorogo.
KPK Pastikan Bupati Ponorogo Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan OTT
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat, 7 November 2025. Ia menyatakan beberapa pihak, termasuk Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, diamankan dan akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
“Pihak-pihak yang diamankan rencananya dibawa ke Jakarta besok, salah satunya Bupati,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan resminya.
Seluruh pihak yang terjaring OTT akan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemeriksaan ini dilakukan secara intensif untuk mendalami dugaan pelanggaran hukum dan mengumpulkan bukti terkait kasus yang melibatkan pejabat daerah tersebut.
KPK menegaskan bahwa status hukum para pihak yang diamankan belum ditentukan. Penyidik akan menetapkan status hukum setelah proses klarifikasi dan pendalaman selesai dilakukan. Seorang sumber di KPK menyebut, hasil awal pemeriksaan akan diumumkan paling lambat 1×24 jam setelah penahanan.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas pejabat publik di tingkat daerah. Publik menunggu perkembangan lebih lanjut, khususnya keputusan KPK terkait status hukum Bupati Ponorogo dan pihak lain yang terlibat.
Selain itu, OTT ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat daerah untuk patuh pada aturan dan menjalankan tugas dengan integritas. Hasil pemeriksaan KPK diperkirakan akan memengaruhi citra pemerintahan Ponorogo serta memberi dampak pada penegakan hukum anti-korupsi di tingkat lokal.
”Baca juga: Mitos vs Fakta, Mengungkap Efek Negatif Konsumsi Serat Berlebihan yang Jarang Diketahui“




Leave a Reply