Simon Tahamata Ungkap Temuan Bakat Muda Timnas Indonesia
mansilladelasmulas.com – Pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, mengungkap hasil sementara pemantauannya terhadap pemain muda Indonesia dari berbagai daerah.
Namun, ia menilai aspek disiplin dan mental bertanding masih perlu dibangun agar potensi mereka bisa berkembang secara maksimal.
”Baca juga: Memahami Lebih Dalam Manfaat Luar Biasa dari Asparagus untuk Kesehatan“
Simon Tetap Fokus pada Tugas Pemantauan Bakat
Simon Tahamata menegaskan bahwa tugasnya tidak terkait langsung dengan staf kepelatihan Timnas Indonesia, termasuk tim yang sebelumnya dipimpin Patrick Kluivert. Ia hanya bertanggung jawab melakukan scouting dan evaluasi pemain muda dari berbagai level usia.
“Kami ingin melihat semua potensi dari berbagai daerah. Target utama adalah menemukan pemain muda yang memiliki kombinasi kemampuan teknis dan mental kompetitif,” ujarnya. Proses pemantauan ini melibatkan pengamatan langsung di pertandingan lokal, turnamen antarprovinsi, dan akademi sepak bola di seluruh Indonesia.
Pentingnya Karakter Selain Teknik bagi Pemain Muda
Simon menekankan bahwa karakter pemain sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Disiplin, mental kuat, dan profesionalisme menjadi kriteria utama agar bakat muda dapat berkembang menjadi pemain profesional.
“Kami ingin bukan hanya menemukan pemain berbakat, tapi juga membentuk karakter yang kuat agar siap bersaing di level internasional,” tutup Simon. Hasil scouting sementara ini menjadi acuan bagi PSSI dalam merancang program pembinaan pemain muda serta strategi jangka panjang untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Simon Tahamata Soroti Talenta Muda Indonesia dari Berbagai Daerah
Pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, menyoroti banyak pemain muda berbakat yang tersebar di seluruh Indonesia, meski jarang mendapat perhatian dari akademi besar. Mantan pemain Ajax Amsterdam ini menilai bahwa talenta muda di luar kota besar memiliki potensi alami yang luar biasa untuk mengisi Timnas Indonesia di masa depan.
Simon mencontohkan pengalamannya saat memantau turnamen U-16 di Yogyakarta, serta mengamati pemain muda di klub Persipal, Palu. “Ada banyak pemain potensial di luar radar akademi besar. Saya lihat anak-anak dari Maluku, Sulawesi, atau Pulau Jawa, seperti kemarin di Yogyakarta U-16, beberapa pemain punya talenta alami yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menceritakan pengalamannya mengamati seorang anak bertubuh kecil di Persipal, yang mampu melewati pemain lawan lebih besar karena kecerdikan dan mental bertanding yang kuat. “Ketika saya gendong seorang anak di Persipal, Palu, saya suka karena meski kecil, ia beberapa kali melewati pemain lawan yang lebih besar. Artinya, ia punya akal dan mental bagus,” kata Simon.
Simon menegaskan tugasnya adalah memastikan pemain berbakat dari seluruh daerah mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang. Ia menekankan bahwa pemantauan bakat ini bukan hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan mental profesional pemain muda.
“Kami harus memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak berbakat, sehingga mereka bisa bersaing di level nasional dan internasional. Bakat alami harus ditopang dengan kesempatan yang adil,” pungkas Simon. Pendekatan ini diharapkan memperluas basis pemain potensial Timnas Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas sepak bola nasional melalui talenta dari berbagai wilayah.
”Simak juga: Kolesterol Tinggi Ancaman Tanpa Gejala yang Harus Diwaspadai“




Leave a Reply