mansilladelasmulas.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat kembali terendam banjir bandang akibat hujan deras.
Wakil Bupati Solok, Candra, mengatakan pihaknya langsung meninjau daerah rawan banjir.
Wilayah yang dikunjungi antara lain Nagari Saniangbaka, Muaro Pingai, dan Paninggahan di Kecamatan Junjung Sirih.
Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap curah hujan tinggi yang terus berlangsung sejak pagi.
Tujuan utama peninjauan adalah memastikan kesiapsiagaan pemerintah dan koordinasi lintas sektor.
Candra mengapresiasi aksi cepat tanggap PT PLN (Persero).
Perusahaan listrik tersebut segera memindahkan tiang yang terdampak erosi dan mengancam keselamatan warga.
Debit air yang meningkat bahkan mencapai badan jalan, sehingga tindakan ini krusial untuk mencegah kecelakaan.
Baca juga: “Gunung Semeru Meletus, Letusan Capai 900 Meter Malam Ini”
Penanganan Darurat Terkoordinir dan Lintas Sektor
Wabup Candra menyatakan bahwa penanganan darurat dilakukan secara terkoordinir.
Ia didampingi Purnomo dari PT Adhi Karya dan Joko Fernandes dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.
Mereka meninjau titik-titik kritis aliran sungai untuk meminimalisir dampak lanjutan banjir.
Effia Vivi Fortuna, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok, mengambil langkah cepat.
Rumah warga yang rusak akibat banjir di Muaro Pingai dan Paninggahan diamankan sementara.
Langkah ini bertujuan melindungi warga dari risiko lebih besar akibat hujan yang masih tinggi.
Pemantauan Debit Air dan Kesiapan Alat Berat
Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara real-time melalui video call oleh Kepala Dinas PUPR.
Hasil pemantauan menunjukkan debit air di Nagari Paninggahan kembali meningkat.
Kondisi ini memicu perlunya penambahan alat berat untuk penanganan darurat.
Wabup Candra berada langsung di lokasi Batang Paninggahan.
Pantauan lapangan menunjukkan debit air cukup besar, berpotensi menimbulkan banjir susulan.
Selain Paninggahan, debit air di Batang Muaro Pingai dan Batang Saniangbaka juga mengalami kenaikan signifikan.
Imbauan untuk Masyarakat Terdampak
Candra mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Jika kondisi memburuk, warga diharapkan mengungsi sementara ke tempat lebih aman.
Curah hujan tinggi dan meningkatnya debit sungai membuat potensi banjir susulan tetap tinggi.
Pemerintah Kabupaten Solok terus memantau perkembangan cuaca ekstrem.
Koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk instansi pemerintah dan perusahaan swasta, tetap berjalan.
Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga terdampak banjir.
Upaya Koordinasi dan Penanganan Berkelanjutan
Langkah penanganan darurat meliputi pengamanan rumah, perbaikan infrastruktur kritis, dan evakuasi jika diperlukan.
PT PLN dan PT Adhi Karya mendukung pemerintah daerah dalam mitigasi risiko.
BWS Sumatera V Padang fokus pada pengendalian aliran sungai dan pencegahan erosi.
Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari sistem tanggap darurat bencana di Sumatera Barat.
Pengalaman bencana sebelumnya menjadi dasar strategi penanganan cepat dan efektif.
Pemerintah juga menyiapkan rencana kontinjensi jika hujan terus mengguyur wilayah tersebut.
Prioritas Keselamatan Warga dan Mitigasi Risiko
Banjir bandang di Kabupaten Solok menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor.
Langkah cepat pemerintah daerah, perusahaan listrik, dan instansi terkait membantu meminimalkan kerugian.
Pemantauan debit air dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama mitigasi bencana.
Wabup Candra menegaskan, keselamatan warga tetap menjadi prioritas.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah, dan memanfaatkan jalur evakuasi jika diperlukan.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir dan meningkatkan ketahanan warga di Kabupaten Solok.
Baca juga: “Usung Semangat Kerja Baru, Bupati Solok Tekankan Kedisiplinan Pegawai”




Leave a Reply