Raja Judi Online She Zhijiang Diekstradisi ke China
mansilladelasmulas.com – She Zhijiang, dikenal sebagai raja judi online, diekstradisi dari Bangkok, Thailand, ke China pada Rabu (12/11/2025). Ekstradisi ini berdasarkan perintah pengadilan Thailand dan red notice Interpol atas permintaan Beijing. She sebelumnya ditangkap di Thailand pada Agustus 2022 dengan tuduhan menjalankan operasi judi online ilegal lintas negara.
“Simak juga: 4 Partai Pro Prabowo Dukung Bobby Nasution di Pilgub Sumut“ [4]
Proses Hukum dan Tuduhan yang Dihadapi
Pengadilan pidana Thailand memerintahkan ekstradisi She pada Mei 2024, dan keputusan ini dikonfirmasi setelah banding dari tim hukumnya. Letnan Jenderal Polisi Jirabhop Bhuridej menegaskan, tersangka merupakan prioritas tinggi bagi China. She akan diadili atas tuduhan mengoperasikan kasino dan situs judi ilegal, menggunakan Myanmar sebagai basis operasi, serta diduga mencuci uang hasil kejahatan.
Penjemputan dan Kerja Sama Internasional
China mengirimkan pesawat khusus untuk menjemput She di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Pihak Beijing menyampaikan apresiasi atas kerja sama Thailand dalam menangani kasus lintas negara ini. Pakar hukum internasional menilai ekstradisi ini menegaskan koordinasi global dalam pemberantasan kejahatan judi online, sekaligus memberikan peringatan bagi pelaku jaringan serupa untuk menghadapi hukum lintas batas.
China dan Thailand Perkuat Kerja Sama Tangani Kejahatan Judi Online
Ekstradisi Zhao Mengtao, raja judi online, dari Thailand ke China menegaskan tingginya kerja sama kedua negara dalam memberantas kejahatan lintas batas. Zhao ditangkap setelah memimpin kompleks kasino dan pariwisata Shwe Kokko senilai USD15 miliar di perbatasan Thailand-Myanmar.
Zhao membantah melakukan kesalahan, kata pengacaranya, Sanya Eadjongdee, meski proses ekstradisi disebut “tidak lazim.” Kedutaan Besar China di Bangkok menekankan bahwa ekstradisi ini menunjukkan kerja sama hukum dan penegakan hukum yang solid. Zhao Mengtao menghadapi tuduhan operasi perjudian daring ilegal, penipuan siber, dan pencucian uang lintas negara.
Departemen Keuangan AS sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada sembilan perusahaan dan individu terkait Shwe Kokko karena jaringan penipuan dan perdagangan manusia regional. Wilayah perbatasan Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja disebut PBB sebagai pusat perdagangan manusia dan penipuan daring, dengan miliaran dolar dihasilkan dari eksploitasi ratusan ribu pekerja paksa sejak pandemi Covid-19.
Pakar hukum internasional menilai ekstradisi Zhao menjadi langkah penting untuk menutup celah kejahatan terorganisir di Asia Tenggara. Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antarnegara dalam menangani kejahatan perjudian daring, penipuan siber, dan perdagangan manusia. Pemerintah diharapkan terus memperkuat protokol keamanan dan hukum untuk mencegah munculnya jaringan ilegal serupa di masa depan.
“Baca juga: Ada 4 Waktu ‘Terlarang’ untuk Minum Kopi, Ini Dampaknya“ [2]




Leave a Reply