Pembangunan Infrastruktur Harus Selaras dengan Pembangunan Karakter
mansilladelasmulas.com – Qodari Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Perlu Bangun Jiwa Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter manusia Indonesia. Pernyataan itu disampaikan pada acara Lepas Sambut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di Depok. Qodari menjelaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan fondasi mental yang kuat. Ia mengutip arahan Presiden Prabowo yang menempatkan pembangunan jiwa sebagai bagian penting pembangunan bangsa.
Qodari menyatakan bahwa ilmu psikologi memiliki hubungan erat dengan perumusan kebijakan publik. Ia menilai pendekatan perilaku dapat meningkatkan efektivitas program pemerintah. Pemerintah membuka ruang kolaborasi bagi Fakultas Psikologi UI. Kolaborasi tersebut mencakup penyusunan kebijakan berbasis bukti, penguatan kesehatan mental masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan manusia tidak hanya menyangkut kecerdasan kognitif. Pembangunan itu memerlukan ketahanan mental, integritas, dan karakter kebangsaan. Ia menegaskan bahwa penguatan mental penting menghadapi disrupsi teknologi dan kompleksitas tantangan global.
”Simak juga: Misteri Jet Pribadi, Siapa Pemilik Sebenarnya?“
Qodari Tegaskan Pembangunan Peran Psikologi dalam Kebijakan Publik dan Ketahanan Mental
Dalam sambutannya, Qodari menyoroti meningkatnya isu kesehatan mental generasi muda. Ia melihat perguruan tinggi dapat menjadi mitra penting pemerintah. Ia mendorong riset perilaku untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pemerintah menilai peran akademisi sangat penting untuk mengidentifikasi pola perilaku masyarakat.
Qodari menjelaskan bahwa era digital menciptakan tekanan psikologis baru. Ia menilai ketahanan mental menjadi komponen penting pembangunan SDM. Pemerintah berupaya memperluas program kesehatan mental nasional. Kolaborasi dengan kampus akan memperkuat landasan ilmiah program tersebut.
Ia menyebut pendekatan ilmiah sangat dibutuhkan dalam menghadapi perubahan cepat di masyarakat. Peran psikologi dianggap strategis karena menyediakan analisis mendalam mengenai perilaku manusia. Analisis tersebut dapat meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan negara.
Qodari Tegaskan Pembangunan Apresiasi untuk Fakultas Psikologi UI dan Dorongan Kolaborasi Baru
Qodari memberikan apresiasi kepada Dekan periode 2021–2025, Bagus Takwin, atas pencapaian Fakultas Psikologi UI. Ia menyebut fakultas itu sukses mencapai peringkat 4 Asia Tenggara dan 401–500 dunia dalam The World University Rankings 2025. Fakultas Psikologi UI juga meraih Peringkat 1 Nasional EduRank 2025 untuk bidang psikologi berdasarkan riset dan reputasi akademik.
Kepada Dekan baru periode 2025–2029, Dicky C. Pelupessy, Qodari menyampaikan ucapan selamat. Ia mengaku hadir sebagai representasi pemerintah sekaligus alumni yang kembali ke almamater. Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat hubungan akademisi dan pemerintah.
Qodari mengajak Fakultas Psikologi UI menjadi mitra kritis pemerintah. Ia meminta masukan berbasis riset perilaku untuk memperkuat kebijakan nasional. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat menciptakan sumber daya manusia yang adaptif, kuat, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan masa depan.
Inovasi Kurikulum dan Riset Psikologi Didorong untuk Jawab Tantangan Masa Depan
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia didorong untuk memperkuat inovasi kurikulum dan riset yang relevan dengan perkembangan global. Dorongan ini disampaikan dalam konteks kebutuhan menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks, khususnya pada era transformasi digital dan dinamika sosial masyarakat.
Penguatan kurikulum diperlukan untuk memastikan lulusan tetap relevan dan berpegang pada etika serta empati. Inovasi ini mencakup pengembangan riset berdampak, termasuk kajian kecerdasan artifisial berbasis neurokognitif. Riset tersebut diharapkan memberi manfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat modern yang semakin bergantung pada teknologi.
Kantor Staf Presiden juga mendorong Fakultas Psikologi UI untuk berperan sebagai katalisator melalui program riset dan inovasi. Upaya ini diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan psikologis dan kebahagiaan masyarakat. Penelitian tentang perubahan perilaku, kesehatan mental, dan intervensi berbasis bukti menjadi fokus penting di tengah meningkatnya kebutuhan layanan psikologis nasional.
Dalam bidang pengabdian masyarakat, fakultas diharapkan turun langsung menangani isu sosial. Isu tersebut meliputi perundungan di sekolah dan kesiapan mental masyarakat menghadapi perubahan ekonomi. Pendekatan lapangan menjadi bagian penting dari implementasi ilmu psikologi yang berorientasi pada solusi.
Qodari menegaskan bahwa transisi kepemimpinan adalah kondisi alami dalam organisasi. Ia menekankan bahwa nilai Veritas, Probitas, Iustitia harus tetap menjadi fondasi fakultas. Ia optimis kepemimpinan baru dapat mempercepat kolaborasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pendekatan berbasis bukti dan riset sosial diharapkan memperkuat kontribusi akademik dalam perumusan kebijakan publik.
“Baca juga: KPK Siapkan Dashboard Khusus untuk Memantau LHKPN Caleg Terpilih 2024-2029“




Leave a Reply