mansilladelasmulas.com – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng resmi membagikan dividen sebesar Rp1,12 triliun untuk tahun 2025. Dividen ini akan diterima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota di Jateng. Pembagian dividen ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan dalam pembangunan wilayah.
Dividen Bank Jateng Akan Dimanfaatkan untuk Pembangunan Jateng
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa dividen dari Bank Jateng akan dimasukkan dalam PAD masing-masing daerah dan digunakan sesuai dengan prioritas pembangunan di Jateng. Ia berharap dividen tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di provinsi tersebut.
Baca juga: “Pemerintah Janji Selesaikan Tiga Aturan KUHAP Sebelum 2025”
“PAD ini akan digunakan untuk pembangunan sesuai dengan konsep prioritas yang ada di Jawa Tengah. Kami berharap masyarakat Jateng bisa memanfaatkan keberadaan Bank Jateng untuk mempercepat pembangunan dan menjadikan Bank Jateng semakin besar,” kata Sumarno, Minggu (21/12) di Semarang.
Sumarno menjelaskan bahwa pendapatan daerah untuk pembangunan terdiri dari dua sumber utama, yaitu dana transfer dari pemerintah pusat dan PAD. Pada saat dana transfer mengalami pengurangan, PAD menjadi sumber pendapatan yang sangat penting untuk kelanjutan pembangunan di Jateng. Salah satu kontributor utama PAD adalah dividen dari Bank Jateng.
Bank Jateng: Laba Tertinggi di Pulau Jawa
Sumarno juga mengungkapkan bahwa Bank Jateng mencatatkan laba tertinggi di antara bank-bank daerah lainnya di Pulau Jawa. Meskipun secara total aset berada di peringkat ketiga di Jawa, total laba Bank Jateng untuk tahun 2025 menjadi yang tertinggi. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan Bank Jateng yang solid dan dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Jateng.
“Jika dibandingkan dengan bank daerah lainnya di Pulau Jawa, aset Bank Jateng berada di posisi ketiga. Namun, dari segi laba, Bank Jateng adalah yang tertinggi,” tambah Sumarno.
Sebagai bank yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng diharapkan dapat menjadi lembaga keuangan yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jateng. Warga Jateng juga diajak untuk lebih berperan aktif dalam menjaga dan memanfaatkan Bank Jateng.
Penarikan Undian Tabungan BIMA dengan Hadiah Menarik
Pada kesempatan yang sama, Bank Jateng juga menyelenggarakan penarikan undian tabungan BIMA periode pertama tahun 2025. Ajang ini digelar untuk mendekatkan Bank Jateng dengan masyarakat dan sebagai bagian dari komitmen bank untuk memberikan penghargaan kepada nasabahnya.
Dalam penarikan undian ini, Bank Jateng menyediakan hadiah total senilai Rp8 miliar. Sebanyak 68 nasabah mendapatkan hadiah utama masing-masing sebesar Rp75 juta, dan 203 nasabah lainnya memperoleh hadiah masing-masing Rp15 juta. Selain itu, sebagai grand prize, Bank Jateng memberikan satu unit mobil Toyota Innova Zenix.
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusmarita, menjelaskan bahwa penarikan undian ini merupakan kali kedua dilaksanakan dan bertujuan untuk semakin mendekatkan Bank Jateng dengan masyarakat. Ia berharap program seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap nasabah yang setia.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Bank Jateng
Bank Jateng, sebagai lembaga keuangan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pembangunan di wilayah tersebut. Dengan adanya pembagian dividen yang cukup besar, diharapkan Bank Jateng dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan sosial.
Sebagai bank milik masyarakat, Bank Jateng juga mengajak seluruh warga Jateng untuk lebih aktif dalam memanfaatkan layanan bank, baik untuk keperluan tabungan, investasi, maupun pinjaman yang dapat membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jateng.
Menyongsong Tahun 2026: Harapan untuk Pembangunan yang Lebih Baik
Pembagian dividen Bank Jateng menjadi angin segar bagi pembangunan daerah di Jateng. Dengan dana tambahan ini, diharapkan lebih banyak proyek pembangunan yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berharap agar sektor perbankan di daerah terus berkembang, mendukung program-program yang berorientasi pada kepentingan rakyat, dan membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk berkembang.
Sebagai bank daerah, Bank Jateng diharapkan menjadi model bagi bank-bank daerah lainnya dalam hal pengelolaan keuangan dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Dengan pengelolaan yang baik dan transparansi yang tinggi, Bank Jateng bisa terus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Ke depan, Bank Jateng harus terus memperkuat jangkauan layanan serta memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jateng.
Baca juga: “Bank Jateng Kawal Kesejahteraan ASN Banjarnegara”




Leave a Reply