4 Pendulang Emas Selamat dari Serangan KKB di Yahukimo
mansilladelasmulas.com – 4 Pendulang Emas berhasil selamat dari serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan tambang emas ilegal Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Mereka lolos setelah bersembunyi di hutan saat penyerangan yang menewaskan dua rekannya.
Serangan itu menambah daftar panjang aksi kekerasan KKB di Papua yang menyasar warga sipil. Aparat menyebut pelaku terkait kelompok OPM yang selama ini aktif di wilayah Yahukimo.
“Baca juga: Mobil Listrik Toyota Kijang Innova BEV, Operasional Hotel di Bali“ [2]
Kronologi Penyerangan 4 Pendulang Emas dan Evakuasi Korban
Kejadian berlangsung Minggu, 28 September 2025, ketika KKB menyerang para pendulang emas di Distrik Seradala. Dua korban ditemukan tewas dengan luka tembak dan tanda kekerasan.
Empat orang lain, yaitu Berty, Bakri Laode, Febri, dan Tarim Baroba, berhasil melarikan diri. Mereka bersembunyi di hutan Bingki hingga aparat gabungan TNI-Polri melakukan evakuasi.
“Personel gabungan telah mengevakuasi empat pendulang emas yang selamat setelah berlari dan bersembunyi di hutan,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito.
Setelah dievakuasi, mereka dibawa ke Mapolres Yahukimo di Dekai untuk pemeriksaan kesehatan dan dimintai keterangan sebagai saksi.
Aksi Kekerasan KKB yang Berulang di Papua
Serangan di Bingki bukan insiden tunggal. Sebelumnya, KKB pimpinan Elkius Kobak diduga membantai lima warga sipil di Distrik Seradala pada 20–21 September 2025.
Dalam insiden itu, aparat sempat terlibat baku tembak saat mengevakuasi korban. Sejumlah saksi melaporkan serangan terjadi di Jalan Poros Kampung Bingki.
KKB Yahukimo dikenal aktif melakukan aksi teror terhadap warga sipil dan aparat. Data Polda Papua mencatat puluhan warga sipil menjadi korban sepanjang 2023–2025 akibat penembakan dan penyergapan.
“Negara tidak boleh kalah dari kelompok teroris bersenjata. Aparat harus melindungi warga sipil,” tegas anggota DPR Papua yang mengecam serangan tersebut.
Langkah Aparat dan Harapan Keamanan ke Depan
TNI-Polri saat ini meningkatkan patroli di wilayah Yahukimo dan sekitarnya untuk mencegah serangan lanjutan. Aparat juga memburu jaringan KKB yang masih aktif di Distrik Seradala.
Penyidik terus memeriksa saksi selamat guna mengungkap pola serangan dan mengidentifikasi pelaku. Keempat pendulang emas selamat diharapkan dapat memberi informasi penting bagi penyelidikan.
Aksi KKB di Papua telah menimbulkan ketakutan dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor tambang rakyat. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diminta memperkuat perlindungan warga di lokasi rawan konflik.
Jika tidak ada langkah tegas dan konsisten, serangan terhadap warga sipil dikhawatirkan terus berulang. Situasi ini menuntut sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat demi memulihkan rasa aman di Papua Pegunungan.
Serangan KKB di Camp Kali Kulum Tewaskan Tiga Penambang
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi brutal di Camp Kali Kulum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Serangan terjadi pada Senin pagi, sekitar pukul 08.00 WIT, setelah sehari sebelumnya kelompok ini membantai dua pendulang emas di Bingki.
Sejumlah penambang sebenarnya berencana mengungsi ke Dekai untuk mencari perlindungan. Namun, perjalanan batal dilakukan karena kondisi cuaca buruk. Kesempatan itu dimanfaatkan KKB untuk kembali menyerang para penambang yang masih bertahan di lokasi.
Menurut laporan aparat keamanan, KKB menggunakan senjata api dan panah saat menyerbu camp. Tembakan membabi buta disertai panah menyebabkan kepanikan besar di antara para penambang. Tiga orang dilaporkan tewas akibat serangan ini, sementara lainnya melarikan diri ke hutan.
“Serangan lanjutan di Camp Kali Kulum menambah jumlah korban jiwa dalam dua hari terakhir,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito. Ia menegaskan aparat gabungan TNI-Polri telah bergerak cepat melakukan evakuasi serta pengejaran terhadap pelaku.
Serangkaian aksi KKB di Yahukimo memperlihatkan pola serangan berulang dengan target warga sipil, khususnya pekerja tambang emas ilegal. Data Polda Papua mencatat lebih dari 30 insiden kekerasan serupa terjadi sejak 2023, menewaskan puluhan warga sipil dan aparat.
Kekerasan yang terus meningkat ini menimbulkan ketakutan luas di masyarakat. Pemerintah daerah didesak memperkuat perlindungan terhadap warga, sementara aparat keamanan diminta memperketat patroli di wilayah rawan.
Jika situasi ini tidak segera terkendali, aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk tambang rakyat, terancam lumpuh. Langkah tegas, konsisten, dan terukur diperlukan untuk memutus mata rantai kekerasan KKB di Papua.
“Simak juga: Timnas Inggris di Euro 2024 Kritik Bagi Gareth Southgate” [4]




Leave a Reply